Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2015

A Werewolf Boy


Persahabatan antara manusia dan serigala memang agak mustahil dan selalu berujung bad memories. Begitulah yang dialami Park Bo-young dan Song Joong Ki dalam A Werewolf Boy. Mulai dari ketakutan akan sosok manusia serigala, proses adaptasi yang sulit sampai menemukan cara agar bisa membaur.

Awalnya, saya kira film ini menceritakan kisah manusia serigala yang jatuh cinta pada seorang wanita dan berusaha melindunginya. Ternyata, beda jauuh dari bayangan saya. Saya akui film ini memang sarat akan tangis dan perasaan (sad story), but best sad story menurut saya sepanjang yang pernah saya tonton tanpa kiss scene. Benar-benar menggambarkan kisah masa lalu yang masih alami.

Bodohnya, kenapa saya tidak tertarik menonton film tersebut saat masih ramai-ramainya di bioskop. Haha. Apalah. Pokoknya buat yang pengen nangis, film ini patut di tonton (sendirian). Film ini bakal membantu kamu sesugukan atau bahkan banjir air mata. 

Satu pelajaran yang suka dari film ini adalah bahwa "Serigala hanya bisa setia pada satu betina. Tidak peduli mereka pergi ataupun sudah mati."

Senin, 17 Agustus 2015

PITCH PERFECT






Gue pikir karena drama musical bakal membosankan seperti drama musical pendahulu mereka. Persaingan, cekcok, bossy, ketahuan pacaran dengan grup pesaing akhirnya dikeluarkan dari grup. Well, ternyata pikiran gue bener. Pitch perfect hampir serupa dengan drama musical kebanyakan. Hanya saja cara pengemasannya yang sedikit berbeda. Yang membedakan adalah drama ini tidak membosankan. Sepanjang drama akan di sajikan music-musik acapella yang berkualitas, unik dan fantastis. 

Yang membuat gue tertarik dalam drama ini adalah ketika gue mendengar lagu Jessie J – Flashlight yang ternyata soundtrack di film ini. Plus, Anna Kendrick. Okelah, dia bukan aktris cantik nan seksi di deretan aktris Hollywood, tapi gue suka aja. 

Overall, mengesampingkan tentang kehidupan drama, film ini bagus terutama music acapella yang tersaji di sini. Wow. Ini berbeda dengan music yang di produksi oleh industry K-Pop. Mungkin konsep seperti ini akan segera di tiru di industri music K-pop.

Rabu, 01 Juli 2015

Rekomendasi Drama Korea





Semenjak School 2015 : Who Are You berakhir dengan ending yang sangat-sangat mengecewakan, puuhhh.  Akhirnya saya punya beberapa drama Korea yang bagus untuk bisa saya rekomendasikan.

1.   Warm n Cozy




Sebuah drama komedi romantic berawal dari benci jadi cinta. Klasik namun seru untuk di ikuti. Bermula dari foto ayah Jung Joo dan Ibu Gun Wo, juga secara kebetulan ulang tahun mereka sama, Lee Jung Joo yang mengira Baek Gun Wo merupakan saudara kembarnya.

Drama ini cukup seru dengan konflik tarik ulur perasaan yang sukses membuat penonton gremeten. Drama ini menyajikan background koki professional yang tampan dan imut, jadi siap-siap saja ngiler dengan masakan yang ditampilkan dalam drama ini.

Overall drama ini recommended buat yang kangen drama comedy romantis.

2.   Mask




Doplager. Berfokus pada kehidupan Byun Ji Sook yang miskin dan terlilit banyak hutang, yang kebetulan berwajah mirip Seo Eun Ha, putri dari seorang tokoh politik yang hendak mencalonkan diri menjadi presiden.

Bersamaan dengan itu Seo Eun Ha merupakan tunangan dari Choi Min Wook, calon pewaris dari perusahaan keluarganya. Min Wook dan Eun Ha sudah membuat kesepakatan untuk saling membantu agar Min Wook bisa menjadi pewaris di perusahaan yang di kelola keluarganya.

Sayangnya sesuatu terjadi menyebabkan nyawa Eun Ha tidak tertolong. Namun pernikahan Min Wook dan Eun Ha harus tetap berlasung. Akhirnya Ji Sook harus berpura-pura menjadi Eun Ha. Demi menyelamatkan keluarganya juga dirinya.

Drama bergnere thriller, mystery ini sukses bikin jantungan dan menebak-nebak apa yang akan dilakukan Ji Sook agar bisa menyelamatkan keluarganya. Tekanan dari pihak Min Wook membuatnya tidak bisa berkilah.

Overall drama ini cocok di tonton di malam hari, di suasana yang tenang dan gelap.

3.   High Society





Kehidupan putra-putri kaum elite yang selalu membuat hampir semua orang iri. Punya banyak uang merupakan impian kebanyakan orang saat ini. Ini merupakan kisah klasik kaum elite yang terjerat cinta dengan orang di bawah level mereka. Ironis, ketika ketulusan menjadi tolok ukur, namun apa yang dipercayainya justru mulai menghancurkan mereka.

Chang Soo dan Yoon Ha dipertemukan dalam kencan buta sebagai perwakilan perusahaan masing-masing. Chang Soo yang berambisi untuk mengalahkan kakaknya agar bisa menjadi pewaris perusahaan ayahnya berniat menikahi anak gadis relasi keluarganya demi menguatkan posisi.

Sayangnya Yoon Ha justru ingin keluar dari tekanan kehidupan di keluarga. Ia memutuskan untuk bekerja sambilan di supermarket milik keluarga Chang Soo. Keduanya bertemu kembali ketika Chang Soo berkunjung ke supermarket milik. Tak di sangka Chang Soo justru lebih tertarik pada teman Yoon Ha, Lee Jiyi. Begitupun Yoon Ha juga tertarik dengan sahabat Chang Soo sekaligus manager di tempat ia part-time Joon Ki. Namun akahkan cinta mereka berakhir di pernikahan?

Drama ini cukup membuat penasaran untuk menebak pikiran di peran utama. Apa yang direncakan sesungguhnya. Alur dalam drama ini terbilang slow namun cukup menghibur. Silahkan mendownload.

4.   The Time We are Not in Love


Menceritakan kisah persahabatan Choi Won dan Oh Hana yang sudah bertetangga dan berteman sejak kecil. Di usianya yang ke 34 keduanya sama-sama belum memiliki pasangan. Mereka pun membuat taruhan, siapa yang menikah terlebih dahulu sebelum usia 35, harus membayar 500 won.

Well, apa yang menarik dalam drama ini adalah karena pemeran utama wanita dalam drama ini adalah Han Ji Won. Drama Han Ji Won biasanya bagus. Karena dogma tersebut, saya menonton drama ini. Drama bergenre comedy romantic dengan alur maju mundur.  At  least drama ini cukup bagus untuk di ikuti, buat yang pengen lihat Han Ji Won jadi bos yang selalu jadi bahan gossip di perusahaan karena tak kunjung menikah.

Selamat menonton.





Jumat, 12 Juni 2015

The Hunger Games : Catching Fire - Mockingjay





Gegara temen Facebook share Trailer The Hunger Games : Mockingjay part 2, dua hari ini gue ngebut nonton The Hunger Games : Catching Fire – Mockingjay Part 1. Sumpah!!! Keren gila!!! Katnip .. oh Katnip. 

Di The Hunger Games yang pertama gue enggak terlalu nggeh sama si Jenn. Enggak tahu kenapa, Jenny kurang greget memerankan tokoh Katniss (menurut gue). But … di Catching Fire, gue bisa merasakan ketegangan yang dirasakan oleh Katniss, ketakutan akan ancaman Presiden Snow. Keinginan take revenge. Gue bisa merasakan gemelut perasaan dan mengerti apa yang sedang dipikirkan si Katnip ketika semua orang berharap padanya. Hoho.

Film ini recommended banget buat yang bosen dengan sosok hero laki-laki. Awalnya gue  menyirik film ini gara-gara temen gue bilang enggak terlalu suka hero perempuan. Baginya perempuan hanya berkutat di dapur. Erghh!! Apadeh. Sorry bro, kali ini loe salah. Emang dulu Khodijah selalu mangkir di dapur. Enggak! Lalu Fatimah putri Rasulullah? Dan bagaimana dengan Aisyah?. Jawabannya enggak!. Perempuan di jaman Rasulullah, semuanya pergi keluar dari dapur. Bekerja, belajar, bergerak, bukan pasif menunggu. Itu yang gue lihat dari sosok Katniss. Dan jika Katniss bisa digambarkan dengan bergitu AWE, gue yakin para perempuan di jaman Rasulullah pasti 1000 kali lipat lebih awe. 

Ingin berbagi tentang Katniss atau Triology The Hunger Games, yuuk ngegosip di kolom comment di bawah, dan jangan lupa tonton Triology The Hunger Games : Mockingjay Part II di bioskop kesayangan.


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com